Jenis Software Pemrograman PLC Mitsubishi Electric

Jenis Software Pemrograman PLC Mitsubishi Electric

Programmable Logic Controller (PLC) merupakan salah satu perangkat utama dalam sistem otomasi industri. PLC digunakan untuk mengendalikan mesin dan proses produksi berdasarkan program yang dibuat oleh engineer atau programmer.

Salah satu merek PLC yang banyak digunakan dalam industri adalah Mitsubishi Electric. Untuk melakukan programming, konfigurasi, monitoring, debugging, hingga maintenance PLC Mitsubishi, tersedia berbagai software dalam ekosistem MELSOFT.

Pemilihan software harus disesuaikan dengan seri PLC, tipe CPU, kebutuhan aplikasi, serta generasi sistem kontrol yang digunakan. Oleh karena itu, memahami perbedaan GX Works3, GX Works2, GX Developer, dan MELSOFT iQ Works menjadi hal penting bagi automation engineer.

1. GX Works3

GX Works3 merupakan generasi terbaru software engineering untuk PLC Mitsubishi Electric. Software ini dirancang khusus untuk sistem kontrol MELSEC iQ-R dan MELSEC iQ-F.

GX Works3 tidak hanya digunakan untuk membuat program PLC, tetapi juga mendukung berbagai tahapan engineering, mulai dari desain sistem, programming, debugging, hingga maintenance.

Beberapa kemampuan utama GX Works3 antara lain:

  • Pemrograman Ladder Diagram.
  • Structured Text (ST).
  • Function Block (FB).
  • Konfigurasi hardware secara grafis.
  • Pengaturan parameter modul.
  • Monitoring dan debugging.
  • Simulator untuk membantu proses pengujian.
  • Pengelolaan label dan variabel.
  • Dukungan library modul dan function block.

Mitsubishi Electric menjelaskan bahwa GX Works3 merupakan software pemrograman dan maintenance generasi terbaru untuk sistem MELSEC iQ-R dan iQ-F. Software ini juga mendukung beberapa bahasa pemrograman IEC dan memungkinkan penggunaan beberapa bahasa dalam satu project.

GX Works3 sangat sesuai untuk pembelajaran PLC Mitsubishi generasi baru maupun pengembangan mesin dan sistem otomasi modern.

2. GX Works2

GX Works2 merupakan software engineering PLC Mitsubishi yang banyak digunakan pada sistem generasi sebelumnya.

Software ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi programming dengan konsep grouping dan structured programming. GX Works2 juga mendukung standar IEC 61131-3.

Beberapa fungsi GX Works2 meliputi:

  • Programming Ladder.
  • Structured programming.
  • Label programming.
  • Function Block.
  • Parameter setting.
  • Monitoring.
  • Debugging.
  • Simulation.
  • Konfigurasi modul.
  • Maintenance.

GX Works2 sangat relevan untuk engineer yang bekerja dengan sistem PLC Mitsubishi existing di industri. Banyak mesin yang telah beroperasi selama bertahun-tahun masih menggunakan platform yang membutuhkan GX Works2.

Salah satu keunggulan GX Works2 adalah dukungannya terhadap pemrograman terstruktur. Program yang kompleks dapat dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan proses, fungsi, atau kebutuhan kontrol sehingga lebih mudah dikembangkan dan ditelusuri ketika terjadi masalah.

3. GX Developer

Sebelum GX Works2 dan GX Works3 digunakan secara luas, Mitsubishi Electric memiliki GX Developer sebagai salah satu software pemrograman PLC.

GX Developer banyak dijumpai pada instalasi PLC Mitsubishi generasi lama atau legacy system.

Dalam pekerjaan maintenance, software legacy seperti GX Developer masih dapat menjadi penting karena engineer terkadang harus melakukan:

  • Backup program PLC lama.
  • Upload dan download program.
  • Modifikasi program existing.
  • Monitoring kondisi PLC.
  • Troubleshooting.
  • Maintenance mesin lama.
  • Migrasi sistem kontrol.

Meskipun teknologi software terus berkembang, kemampuan memahami software PLC generasi lama tetap menjadi kompetensi yang berguna bagi automation engineer, khususnya dalam lingkungan industri yang memiliki banyak mesin existing.

4. MELSOFT iQ Works

Berbeda dengan GX Works3 dan GX Works2 yang berfokus pada engineering PLC, MELSOFT iQ Works merupakan paket software engineering terintegrasi.

MELSOFT iQ Works dapat mengintegrasikan berbagai software engineering Mitsubishi Electric, seperti:

  • GX Works3 untuk PLC.
  • GX Works2 untuk PLC.
  • GT Works3 untuk GOT/HMI.
  • MT Works2 untuk motion controller.
  • RT ToolBox3 untuk robot.
  • FR Configurator2 untuk inverter.
  • MR Configurator2 untuk servo.
  • MELSOFT Navigator sebagai tools untuk konfigurasi sistem.

Dengan konsep integrasi tersebut, engineer dapat melakukan engineering untuk sistem otomasi yang terdiri dari beberapa perangkat secara lebih terkoordinasi.

Contohnya adalah sistem:

PLC + HMI + Servo + Inverter + Motion Controller + Robot

Konsep ini sangat bermanfaat pada proyek otomasi yang kompleks karena informasi desain dan konfigurasi antarperangkat dapat dikelola sebagai bagian dari satu lingkungan engineering.

Perbandingan Software PLC Mitsubishi

SoftwareGenerasiFungsi UtamaPenggunaan
GX Works3TerbaruProgramming & engineeringMELSEC iQ-R, iQ-F
GX Works2SebelumnyaProgramming & engineeringBerbagai PLC generasi sebelumnya
GX DeveloperLegacyProgramming & maintenanceSistem PLC Mitsubishi lama
MELSOFT iQ WorksIntegrated suiteEngineering terintegrasiPLC, HMI, Motion, Servo, Inverter, Robot

Bagaimana Memilih Software yang Tepat?

Pemilihan software PLC Mitsubishi sebaiknya tidak hanya berdasarkan merek PLC, tetapi juga berdasarkan seri PLC dan tipe CPU.

Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Identifikasi PLC → Periksa Seri & CPU → Periksa Kompatibilitas → Pilih Software → Programming & Commissioning

Untuk PLC Mitsubishi generasi baru seperti MELSEC iQ-R dan iQ-F, GX Works3 menjadi software utama yang perlu dipelajari.

Untuk sistem existing yang menggunakan platform generasi sebelumnya, GX Works2 dapat menjadi pilihan yang sesuai.

Sementara itu, pada sistem legacy, engineer mungkin perlu menggunakan GX Developer atau software yang sesuai dengan platform PLC tersebut.

Selalu periksa manual dan dokumentasi resmi PLC yang digunakan sebelum menentukan software engineering karena kompatibilitas dapat bergantung pada tipe CPU, modul, firmware, dan versi software.

Software Pendukung Mitsubishi Electric

Ekosistem MELSOFT tidak hanya menyediakan software untuk PLC.

Beberapa software pendukung yang penting dalam industrial automation antara lain:

GT Works3

Digunakan untuk engineering dan konfigurasi GOT/HMI Mitsubishi Electric.

MT Works2

Digunakan untuk engineering motion controller.

RT ToolBox3

Digunakan untuk programming dan engineering robot Mitsubishi Electric.

FR Configurator2

Digunakan untuk konfigurasi dan parameter inverter FREQROL.

MR Configurator2

Digunakan untuk konfigurasi servo amplifier MELSERVO.

MX Component

Digunakan untuk komunikasi antara komputer dan PLC.

Dengan berbagai software tersebut, Mitsubishi Electric menyediakan ekosistem engineering yang dapat mendukung kebutuhan otomasi dari level controller hingga perangkat field.

Mengapa Automation Engineer Perlu Menguasai Lebih dari Satu Software?

Di lingkungan industri, tidak semua mesin menggunakan PLC generasi terbaru. Dalam satu fasilitas produksi dapat ditemukan mesin baru dan mesin lama yang menggunakan generasi PLC berbeda.

Karena itu, automation engineer idealnya memiliki kemampuan untuk:

  1. Membuat program PLC baru.
  2. Membaca program PLC existing.
  3. Melakukan troubleshooting.
  4. Melakukan backup dan restore program.
  5. Melakukan monitoring.
  6. Melakukan modifikasi program.
  7. Melakukan commissioning.
  8. Melakukan migrasi sistem PLC.

Penguasaan GX Works3 penting untuk menghadapi sistem otomasi modern, sedangkan pemahaman GX Works2 dan software legacy dapat membantu engineer menangani mesin existing di lapangan.

Kesimpulan

Software pemrograman PLC Mitsubishi Electric memiliki beberapa generasi dan fungsi yang berbeda.

GX Works3 merupakan pilihan utama untuk sistem Mitsubishi generasi baru, khususnya MELSEC iQ-R dan iQ-F.

GX Works2 masih penting untuk engineering dan maintenance berbagai sistem PLC Mitsubishi generasi sebelumnya.

GX Developer memiliki peran penting dalam pemeliharaan sistem PLC Mitsubishi legacy.

Sementara itu, MELSOFT iQ Works memberikan lingkungan engineering terintegrasi untuk proyek otomasi yang melibatkan PLC, HMI, motion, servo, inverter, dan robot.

Bagi calon PLC Programmer, Automation Engineer, Control Engineer, maupun Maintenance Engineer, memahami perbedaan software tersebut merupakan salah satu dasar penting dalam membangun kompetensi di bidang industrial automation.

Belajar PLC bukan hanya tentang membuat program Ladder, tetapi juga memahami hardware, software engineering, komunikasi, commissioning, troubleshooting, dan maintenance secara keseluruhan.